Susu Halal dan Sehat untuk Generasi Hebat
Lomba Tagged Susu Inovasi Yang Sehat dan Halal Untuk Pertumbuhan Anak June 24th, 2012
Bagi seorang muslim, makanan atau minuman bukan hanya sebatas pemuas rasa lapar atau dahaga. Bukan pula sebatas memenuhi kebutuhan gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan. Lebih dari itu, makanan dan minuman berfungsi sebagai salah satu indikator ketaqwaan manusia sebagai hamba kepada sang Pencipta. Makanan/minuman yang dikonsumsi setiap individu muslim harus memenuhi kriteria makanan halal dan juga baik sebagaimana difirmankan Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Maidah ayat 88 yang artinya:
“dan makanlah makanan yang halal lagi baik (thayib) dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya”
Ayat tersebut secara tegas mewajibkan kepada setiap muslim untuk mengkonsumi makanan/minuman yang halal dan juga baik. Halal tidak hanya menyangkut jenis makanan, cara pengolahan, dan cara penyajian tapi juga bagaimana proses mendapatkannya (dirizkikan). Sedangkan makan baik menyangkut kebersihan serta kandungan gizi dalam setiap makanan/minuman yang dikonsumsi.
Makanan Halal
Islam sudah membuat rambu-rambu yang jelas tentang makanan/minuman yang diharmakan (tidak halal). Diterangkan dalam Al-Quran tentang jenis-janis makanan yang diharamkan yakni bangkai, darah, babi, binatang yang disembelih selain menyebut nama Allah, dan khamer atau minuman yang memabukkan. Berikut ini adalah firman Allah SWT dalam Al Quran yang menjelaskan tentang makanan/minuman yang diharamkan:
- “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tecekik, yang dipukul, yang jatuh ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali kamu sempat menyembelihnya” [QS Al Maidah : 3].
- QS Al Baqarah ayat 173 Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah yang mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan yang disembelih dengan nama selain Allah”
- “Dan makanlah binatang yang ditangkap dalam buruan itu untukmu dan sebutlan nama Allah ketika melepaskan hewan(anjing) pemburunya” [QS Al Maidah : 4]
- “Dan janganlah kamu makan sembelihan yang tidak menyebut nama Allah dan sesungguhnya yang demikian itu fasik” [QS Al An' am : 121].
- “Dan dari buah kurma dan anggur, kamu buat minuman yang memabukkan dan rizki yang baik. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memikirkan” [QS An Nahl : 67].
- “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi; Katakanlah : “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya” [QS Al Baqarah : 219].
- “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan” [QS An Nisa : 43].
Manfaat dan Kehalalan Susu
Susu merupakan salah satu produk turunan hewan yang sangat bermanfaat bagi manusia. Karena kandungan gizinya yang lengkap, susu merupakan bagian dari makanan seimbang yang bermanfaat bagi anak-anak, remaja, dewasa, dan lanjut usia. Berdasarkan kandungan gizi dari komposisi susu sapi per 100 gram, terdapat kalori 61 Kkal, protein 3,2 gram, lemak 3,5 gram, karbohidrat 4,3 gram, kalium 1.200 mg, kalsium 143 mg, fosfor 694 mg, besi 1,7 mg, vitamin B1 0,03 mg, dan vitamin C sebanyak 1 mg (#1). Dengan segudang gizi yang dimilikinya, susu sangat bermanfaat bagi mereka yang dalam proses pertumbuhan seperti anak-anak, ibu hamil dan juga bermanfaat bagi mereka dengan aktifitas tinggi.
Nah, jelaslah sudah jika susu adalah makanan/minuman yang baik. Tapi halalkah?
Jika mengacu pada Al-Quran dan Al-Hadist mengenai rambu-rambu makanan haram jelaslah disana bahwa susu tidak termasuk makanan/minuman yang diharamkan. Akan tetapi, satu hal yang harus diingat, kehalalan suatu produk makanan/minuman tidak ditentukan semata-mata dari jenisnya. Jika makanan/minuman yang dikonsumsi adalah makanan siap saji yang telah mengalami proses sterilisasi, penambahan zat aditif sebagai zat pengawet, pemberi rasa dan aroma, dan telah mengalami proses pengemasan, maka proses sterilisasi, penambahan zat aditif dan jenis kemasannya adalah faktor penentu atas kehalalan suatu produk makanan/minuman.
Disarikan dari artikel berjudul Titik Kritis Haram Pada Susu Olahan yang dimuat dalam www.halalmui.org, disebutkan bahwa berberapa proses dalam pembuatan susu formula yang menentukan kehalalannya diantaranya adalah sebagai berikut:
- Penggunaan enzim rennet dalam dalam proses pembuatan “whey”. Whey mengandung laktosa dan protein terlarut sehingga sering digunakan pada pembuatan susu formula. Enzim rennet ini didapat dari lambung anak sapi.
- Penggunaan gelatin dalam proses pelapisan jenis vitamin tertentu. Gelatin sendiri merupakan produk turunan hewan - biasanya berasal dari babi atau sapi.
- Penggunaan mineral seperti kalsium yang berasal dari tulang hewan. (#2)
Kehalalan produk turunan hewan yang digunakan dalam proses pembuatan susu formula tentunya ditentukan dari jenis hewan dan cara penyembelihannya. Produk turunan yang berasal dari babi sudah pasti haram. Sedangkan produk turunan yang berasal dari hewan yang dihalalkan, sapi misalnya, maka yang harus diperhatikan tentunya proses penyembelihannya. Menjadi haram apabila hewan tersebut disembelih dengan menyebut nama selain Allah. Dan tentu saja susu formula yang dihasilkannya pun menjadi tidak halal.
Selama masa pertumbuhan, anak membutuhkan susu sebagai asupan penting yang dibutuhkan anak untuk memaksimalkan tumbuh kembangnya. Pada masa awal pasca kelahirannya, kebutuhan tersebut terpenuhi dari air susu dari sang ibu. Air Susu Ibu (ASI) merupakan asupan pertama dan paling sempurna yang dapat dinikmati bayi.
ASI kaya akan zat-zat yang dibutuhkan bayi dalam meningkatkan perkembangan kognitif, fisik, psikis, psikomotorik, dan daya tahan tubuhnya. Sebut saja diantaranya Kolostrum, Taurin, Decosahexanoic Acid (DHA), Arachidonic Acid (AA), Immunoglobulin A (Ig.A), Laktoferin, dan Lysosim (#4). Begitu lengkapnya, sehingga sejatinya ASI merupakan asupan tak tergantikan sebagai asupan paripurna sampai anak menginjak usia 2 tahun atau setidaknya sampai anak usia 6 bulan (ASI eksklusif).
Pemerintah menyadari betapa pentingnya pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan pertama bagi bayi. Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif pemerintah mewajibkan pengurus tempat kerja dan penyelenggara sarana umum untuk menyediakan tempat menyusui. Peraturan Pemerintah ini juga melarang produsen dan distributor susu formula bayi dan/atau produk bayi lainnya melakukan kegiatan yang dapat menghambat program pemberian ASI Eksklusif berupa:
- pemberian contoh produk Susu Formula Bayi dan/atau produk bayi lainnya secara cuma-cuma atau bentuk apapun kepada penyelenggara Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Tenaga Kesehatan, ibu hamil, atau ibu yang baru melahirkan;
- penawaran atau penjualan langsung Susu Formula Bayi ke rumah-rumah;
- pemberian potongan harga atau tambahan atau sesuatu dalam bentuk apapun atas pembelian Susu Formula Bayi sebagai daya tarik dari penjual;
- penggunaan Tenaga Kesehatan untuk memberikan informasi tentang Susu Formula Bayi kepada masyarakat; dan/atau
- pengiklanan Susu Formula Bayi yang dimuat dalam media massa, baik cetak maupun elektronik, dan media luar ruang (Pasal 19).
Semua ahli sepakat bahwasanya Air Susu Ibu (ASI) adalah ciptaan Tuhan yang tak tergantikan. Sayangnya, tidak semua anak beruntung dan mendapatkan asupan ASI ekskulisf sampai usia 6 bulan atau 2 tahun. Hal inilah yang melandasi berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta dalam melakukan berbagai penelitian guna menghasilkan susu formula yang memiliki kualitas yang mendekati kwalitas ASI.
Berbicara mengenai penelitain susu formula yang dilakukan oleh akademisi sebut saja misalnya penelitian yang dilakukan oleh Dr. Dida Akhmad Gurnida, Sp.A(K). Saat sidang ujian promosi doktor bidang ilmu kedokteran di Fakultas Kedokteran Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran Bandung, beliau memaparkan bahwa penambahan (suplementasi) gangliosida dalam susu formula dengan kadar tinggi dikatakan dapat meningkatkan fungsi perkembangan kognitif (terkait dengan kemampuan berpikir) bayi, menyerupai fungsi kognitif bayi yang diberi ASI (#3).
Frisian Flag Indonesia (FFI) pada tanggal 28 Mei 2012 mengeluarkan siaran pers tentang kehadiran produk inovatif berupa susu pertumbuhan yang mengandung Isomaltulosa. Isomaltulosa merupakan nutrisi berbasis karbohidrat yang telah teruji klinis dapat memberikan manfaat positif terhadap kinerja kognitif anak, terutama konsentrasi dan daya ingat. Adalah susu pertumbuhan Frisian Flag 123 dan 456 yang merupakan susu pertama di Indonesia yang mengandung Isomaltulosa.(#5)
Sebagai ahli nutrisi anak berbasis susu bagi anak terlama di Indonesia dengan pengalaman 90 tahun, Frisian Flag mengerti bahwa setiap tahapan usia memerlukan asupan nutrisi yang berbeda untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Susu Pertumbuhan Frisian Flag 123 dan 456 kini difortifikasi dengan Isomaltulosa melengkapi nutrisi esensial yang telah dikomposisikan secara tepat untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak usia 1 hingga 6 tahun. Demikian salah satu kutipan dari siaran pers FFI.
Kesimpulan
Adanya inovasi dalam pembuatan susu formula, tentunya sangat membantu orang tua dalam memilih asupan yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anaknya. Tapi tentu saja, orang tua dituntut harus bijak dalam menentukan pilihan atas beragam produk inovasi susu formula terutama aspek kehalalan dan komposisinya. Penting bagi orang tua untuk memeriksa label halal dari MUI dan label pangan yang terdapat dalam setiap kemasan susu formula. Dengan cara seperti ini, orang tua dapat melindungi anaknya dari mengkonsuimsi susu formula yang tidak halal dan meminimalisir efek samping seperti obesitas, karises gigi, dan potensi diabetes karena komposisi gula atau lemak berlebih dalam susu formula.
Pada gilirannya nanti, dengan asupan gizi yang memadai baik dari ASI maupun dari produk inovatif susu formula yang dijamin kehalalanya selama masa pertumbuhan, kelak diharapkan akan tercipta satu generasi yang tangguh dan hebat.
_____
Referensi:
- ‘http://beritasore.com/2008/05/27/depkes-susu-salah-satu-sumber-gizi-terlengkap/’
- ‘www.halalmui.org’
- ‘http://www.p3gizi.litbang.depkes.go.id’
- ‘http://gizi.depkes.go.id’
- ‘http://www.frisianflag.com/’

June 25th, 2012 at 14:52
Setuju.. adanya unsur Halal. Sudah bisa dipastikan kesehatan yg terkandung di dalamnya
June 25th, 2012 at 15:15
Tetap saja, ASI adalah makanan/minuman terbaik yang tidak dapat digantikan. Jadi diharapkan seluruh ibu masih berketetapan hati dan berkeinginan kuat untuk memberikan ASI selama mungkin … dan pasti akan melahirkan generasi tangguh dan hebat!
June 25th, 2012 at 15:48
Yup, betul Bu, ASI memang tak tergantikan. Makanya beruntung sekali anak-anak yang sempat menikmati ASI ekslkusif. Thanks dah mampir
June 25th, 2012 at 15:49
Yup, thanks bos dah mampir dan kasih komen
June 25th, 2012 at 16:39
Mungkin minum susu formula (setelah 2 tahun) itu NGERI-NGERI SEDAP!. Ngeri takut gak halal. Sedap karena bergizi bagus untuk pertumbuhan anak.
June 25th, 2012 at 18:10
Susu memang sangat berguna bagi kesehatan dan pertumbuhan anak-anak.
June 25th, 2012 at 19:06
Bang, Gimana caranya supaya ASI isteri kita banyak?*Bukan buat bapaknya,tapi anaknya.Sudah makan daun katuk,minum yg banyak,dsb tapi tetep masih sedikit, jasi mau tidak mau dan suka tidak suka harus ditambah sufor
June 26th, 2012 at 10:12
Haha bapaknya jangan ikut campur dong kalo anaknya lagi nyusu. Ini tip untuk menambah jumlah ASI:
- Jangan memberikan susu formula atau alat bantu puting susu karena akan mengakibatkan bingung puting. Lebih sering bayi mengisap puting susu, maka akan meningkatkan produksi ASI.
- Cobalah menyusui dengan payudara pertama selama kurang lebih 10 menit, kemudian payudara kedua selama kurang lebih 20 menit, karena saat awal bayi lebh kuat menyusu,
- Ibu harus tenang, santai, jangan tegang (stres) dan dalam suasana yang nyaman. Ketegangan dan kecemasan akan mengurangi produksi ASI.
- Menyusui dimulai dari payudara yang terakhir disusukan secara berganti-ganti
- Ibu harus banyak beristirahat, cukup gizi makanan dan banyak minum
- Hindari merokok karena merokok mengurangi produksi ASI.
- Gunakan pil KB yang tidak memengaruhi produksi ASI.
dr Widodo judarwanto SpA. Picky Eaters Clinic Jakarta (Klinik Khusus Kesulitan Makan Pada Anak)
Sumber: http://health.kompas.com/read/2011/03/14/11420357/Bayi.Haus.Terus.ASI-nya.Kurang.
June 26th, 2012 at 10:13
Yup, thanks Gan dah mampir dan kasih komen
June 26th, 2012 at 10:18
Hahaha, Om kalo denger ngeri-ngeri sedap jadi inget sama Sutan Bhatoegana
June 26th, 2012 at 16:45
nambahin aja, klo pengalaman istri sich, klo abis makan yang manis2 kaya dodol, wajit dan sejenisnya, ASI jadi banyak sampe keluar sendiri..mungkin bisa dicoba..
June 26th, 2012 at 16:47
klo saya sich biasa beli yang ada logo halal sama harga pas dikantong he..he
June 27th, 2012 at 10:44
Setuju bos, yang penting ada logo halal MUI dan pas di kantong.
June 27th, 2012 at 11:35
saya suka susunya hingga tetes terakhir
July 10th, 2012 at 07:29
Akhirnya jadi pemenang juga, selamat ya